Bermasalah Terkait Pekerjaan Karena Pandemi Covid

Lalu apa yang dapat Anda lakukan untuk tetap sehat dan mencegah penularan COVID-19 saat WFO? Simak ideas menjaga kesehatan selama bekerja di kantor saat pandemi yang telah Tim Lifepack rangkum berikut ini. Pada dasarnya PHK adalah hal yang harus dihindari oleh perusahaan, pekerja, serikat pekerja dan pemerintah. Dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja. Jika benar-benar tidak menghasilkan persetujuan, Perusahaan hanya dapat memutuskan hubungan kerja dengan pekerja/buruh setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial .

Hindari kontak fisik seperti berjabatan tangan dan menghindari menyentuh wajah atau menggosok mata. Mengembangkan proses pengawasan penyakit karyawan, khususnya yang teridentifikasi kuat terjangkit Covid-10 agar melakukan pemeriksaan dan merujuk ke RS yang telah ditetapkan Kemenkes. Apabila ditemukan karyawan yang memenuhi kriteria suspect Covid-19 , akan dirujuk ke salah satu judi slot RS rujukan Covid-19 dan dirawat dalam ruang isolasi. Jika tidak memenuhi kriteria, penanganan akan menyesuaikan dengan rujukan dari dokter yang memeriksa. Perusahaan didorong untuk merencanakan dan mengimplementasikan rencana kesinambungan bisnis untuk meminimalkan gangguan pada operasional perusahaan dan memastikan bahwa bisnis tetap berjalan selama kejadian luar biasa.

Apabila Anda tidak percaya diri untuk mengenakan face protect di depan umum, Anda bisa menggunakan security googles atau kacamata biasa untuk memberikan mata perlindungan yang memadai dari ancaman virus corona dan mencegah Anda mengucek mata. Anda bisa menggunakan face shield sebagai pelengkap perlindungan wajah Anda dalam transportasi umum. Face defend dapat melindungi mata Anda dari droplet penyebab virus corona dan partikel berbahaya lainnya. Hal ini menunjukkan pemerintah belum memiliki perencanaan penyelenggaraan pelayanan yang efektif terhadap berbagai situasi, baik dalam kondisi regular maupun dalam kondisi bencana.

Senior Professional Service Consultant Lark, Suryanto Lee mengatakan bahwa pada umumnya, perusahaan harus bisa beradaptasi dengan cara bekerja digital. Bukan semata karena situasi pandemi, melainkan juga mengikuti perkembangan teknologi dan kemajuan digital di period trendy untuk dapat bekerja secara holistik. “Sehingga perlu dipikirkan kembali pada kelompok usia ini untuk bisa difasilitasi pekerjaannya kembali hanya pada lapangan pekerjaan yang diizinkan di dalam aturan PSBB,” ujarnya.

Yoga serta bentuk senam lainnya yang menyebabkan tubuh berkontakan dengan lantai atau beban, juga bisa menghasilkan penurunan stres. Pijat juga menyebabkan pertambahan bobot tubuh pada bayi prematur, dengan mendorong sistem syaraf mereka. Ini memperbaiki pencernaan dan melepas hormon yang diperlukan untuk menyerap makanan. Sentuhan dari kulit ke kulit membantu melepaskan oksitosin, hormon yang berkaitan dengan hubungan antara ibu dan anak, dan mengurangi hormon stres. Khususnya bagi para pekerja media atau jurnalis, Juneman mencontohkan bahwa gamifikasi dapat diterapkan dengan memberi jurnalis peluang untuk ikut serta merancang situs internet atau aplikasi daring pemberitaan.

Dengan adanya aturan tersebut perusahaan melakukan pengurangan karyawan agar tetap survive di masa sulit akibat covid-19. Bagi perusahaan yang masih bisa bertahan akan tetap mempertahankan karyawannya tetapi dilakukan pengurangan jam kerja sehingga pendapatan karyawan menurun. Kegiatan Pengabdian dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan mengenai dampak kesehatan akibat covid-19 dengan memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan keluarga dan motivasi bekerja dari rumah selama masa pandemi covid-19. Kegiatan ini juga disertai pembagian sembako kepada warga yang terdampak covid-19. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan warga yang ditimbulkan akibat PHK dan dirumahkan sehingga mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.

Pemerintah akan membolehkan masyarakat usia produktif atau di bawah forty five tahun untuk kembali bekerja di tengah pandemi Covid-19. “Beban lain harus bertanggung jawab urusan domestik keluarga, dianggap urusan domestik tanggung jawab dari perempuan atau istri. Jadi itu salah satu beban perempuan pekerja rumah di lapangan,” kata Rina. Ia menyampaikan, hasil survei ditemukan terjadi dampak cukup luar biasa terhadap pekerja rumahan yang kami dampingi di enam wilayah. Yang terdiri dari Jakarta, Tangerang, Sukabumi, Cirebon, Solo, dan Sukoharjo. “Kesenjangan sosial dan ekonomi antar-laki-laki dan perempuan serta kelompok rentan lainnya akan semakin lebar karena pandemi Covid-19 ini,” kata Kate dalam bincang daring, Kamis (sixteen/7/2020).

Walaupun kesehatan mental cukup bermanfaat bagi kebanyakan karyawan, namun bukan berarti kerja dari rumah tidak punya cela. Bekerja secara remote, atau bekerja di rumah akan membuat Anda merasa terisolasi dan sulit untuk terlepas dari pekerjaan. Artinya, jika Moms sedang mengandung, tidak dibenarkan bagi Anda untuk tetap bekerja di luar rumah, karena Ibu hamil masuk dalam kategori yang rentan terhadap infeksi virus corona.

Tipe pekerja ini membutuhkan pengendalian risiko berupa pengendalian lingkungan dan rekayasa untuk mengurangi penyebaran patogen dan kontaminasi permukaan benda. Ini membuat perusahaan lebih mudah dalam mengubah dan menerapkan rotasi jadwal antara karyawan yang bekerja dari rumah dan bekerja di kantor. HRD perlu mengkomunikasikan mengenai kebijakan dan keharusan perusahaan untuk melakukan perubahan jam kerja. Cara tersebut dilakukan agar kinerja karyawan tetap efektif dan produktif. HRD juga harus memahami kebutuhan masing-masing karyawan terkait kapan waktu yang paling tepat untuk mereka bekerja mengingat pandemi COVID-19 juga menimbulkan kecemasan berlebih untuk beberapa karyawan. HRD harus memastikan bahwa karyawan bekerja sesuai jadwalnya masing-masing.