Prof Idrus Paturusi Ungkap Pakai Minyak Kayu Putih Untuk Sembuh Dari Covid

Banyak penyintas COVID-19 masih berjuang menghadapi gejala masalah kesehatan yang berkepanjangan, tak hanya satu-dua minggu tapi hingga berbulan-bulan meski dinyatakan telah sembuh dari infeksi. Masalah-masalah yang dikeluhkan di antaranya adalah kesulitan bernapas yang masih kerap terjadi, batuk, demam, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, jantung berdebar-debar, hingga masalah pencernaan. “Pasien yang menderita Covid-19 sebagian besar (ninety%) akan sembuh dengan penatalaksanaan yang baik. Disamping itu, yang tidak kalah pentingnya adalah imunitas tubuh kita berperan penting dalam mengeliminasi virus tersebut,” ujarnya.

Primaya Hospital Group tersebar di wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Kami memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu pusat layanan jantung dan pembuluh darah, layanan ibu dan anak, layanan trauma, serta layanan kanker. Primaya Hospital Group memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang hadir selama 24 jam.

Venkateshaiah mengatakan sepertinya dalam waktu dekat belum ada obat baru yang disetujui. Sebaliknya, ia menambahkan, pencegahan adalah bentuk pengobatan terbaik. Pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengakhiri pandemi berfokus pada tindakan pencegahan seperti menjaga jarak fisik, memakai masker, dan vaksin. Rutin memantau suhu badan dan menginformasikannya dengan otoritas kesehatan jika memiliki saturasi rendah atau kurang dari ninety four dan mengalami demam. Agak sulit mengidentifikasi kasus tanpa gejala karena pasien tidak mengetahui mereka tertular kecuali dites. Sayangnya prevalensi infeksi asimtomatik serta deteksi infeksi pra gejala belum dipahami dengan baik karena tidak dilakukan pemeriksaan secara rutin.

Ketua Pelaksana GDDPI Vicky W. Kartiwa menjelaskan, acara tersebut digelar sebagai upaya membantu penggalangan plasma konvalesen yang menjadi alternatif penyembuhan Covid-19. Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia menggelar acara donor darah reguler dan pre screening donor plasma konvalesen. Dengan dukungan keluarga, pihak rumah sakit, dan rekan-rekannya di pemerintahan akhirnya dia selamat dari virus yang telah membunuh 765 orang di Indonesia tersebut. Kementerian Kesehatan telah merevisi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19).

Faktanya menurut Ahli vaksin dari OMNI Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe, SpPD mengatakan klaim bawang putih dapat menyembuhkan virus corona bisa dipastikan tidak benar alias hoaks. Menurutnya hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang teruji bisa menghalau virus. Ditegaskan juga oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu bahwa belum ada vaksin maupun obat untuk virus corona strain judi online baru ini. Abraar Karan berkata pasien dengan gejala Covid-19 ringan dapat menggunakan obat bebas seperti Tylenol untuk mengatasi demam akibat virus corona.

Pisang memiliki pektin, serat larut yang membantu usus menyerap cairan. Menurut Dr.Charles Davis, MD,PhD, pisang merupakan salah satu hal terbaik untuk dimakan ketika menderita tifus. “Bahkan, hilangnya diare mampu dikompensasi dengan cuka apel,” ujar dokter anak, Steven Dowshen, MD. Tanpa pengobatan, penyakit tifus dapat berlangsung sebulan atau lebih dan menjadi sangat serius, bahkan mengancam jiwa.

Teknis pengambilan plasma, yakni mengambil darah kemudian ambil kompenen yang penting . Alasan mesti melalui hasil rekomendasi dokter yang merawat pasien COVID-19, pertama karena untuk mendapatkan plasma butuh biaya cukup mahal selain setelah donor dilakukan masih dapat menimbulkan efek samping. Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia Palembang, Zulkhair Ali, plasma konvalesen hingga saat ini masih dalam penelitian. Berdasarkan hasil webdinar nasional IDI terbaru, didapati bahwa terapi plasma tersebut masih bersifat alternatif. Berdasarkan sebuah penelitian, 97,5% orang dengan Covid-19 yang memiliki gejala akan mengalami gejalanya dalam 11,5 hari. Beberapa gejala Covid-19 yang paling umum; demam, batuk kering, sakit tenggorokan, hidung berair dan tersumbat, nyeri dada, dan sesak napas, kelelahan, infeksi saluran pencernaan, dan hilangnya indera penciuman dan perasa.

Ada pula obat antivirus lain yang sedang diuji, yaitu favipiravir dan merimepodib. Sedangkan, obat antivirus lopinavir dan ritonavir ditemukan tidak efektif untuk dijadikan sebagai obat yang diberikan pada pasien COVID-19. Dikutip dalam MayoClinic, dexamethasone dapat berbahaya jika diberikan pada orang dengan infeksi COVID-19 yang tidak terlalu parah. Namun, obat ini tidak bisa fdigunakan untuk melawan virus penyebabnya.